Ajari Lelagon Dolanan Banyumasan untuk Anak Banyumas

Pelatihan tembang dolanan Banyumasan untuk anak-anak di desa Somakaton, kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas telah dilakukan oleh TIM PKM bidang Pengabdian Masyarakat Studi (Program) Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Unnes.

Selama tiga bulan, Mahasiswa PKM bidang Pengabdian telah berlatih bersama sanggar di desa Somakaton. Kegiatan pelatihan tembang dolanan yang ini dimulai pada 28 Mei 2018. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pentas apresiasi drama musikal Si Bang Domas. Pemilihan pelatihan Tembang Dolanan dilakukan di desa tersebut, karena seni tembang dolanan yang seharusnya dekat dengan  kehidupan anak-anak sudah mulai ditinggalkan. Harapannya, warisan leluhur yang mengandung nilai dan kearifan ini mampu digemari konsumennya, anak-anak.

Sosialisasi kegiatan ini dilakukan di balai kampung. Lelagon dolanan yang disosialisasikan adalah Ricik-Ricik Banyumasan, Lepetan, Jonjang Lithong, Enggal Tangi, Lambang Sari Kenyol dan masih banyak lagi. Harapan atas kegiatan ini adalah penguatan daya pikir dan karakter anak mulai terbentuk melalui apresiasi terhadap budaya leluhur. Selain itu, melalui kegiatan ini, estafet pewarisan budaya dalam bentuk lelagon dolanan Banyumasan dapat direalisasikan, setidak-tidaknya masih dalam wujud pengenalan.

Puncak kegiatanpengabdian pengenalan lelagon dolanan banyumasan  adalah pengajaran drama untuk pentas bertajuk  ‘Si bang Domas’. Kegiatan ini dilakukan pada 08.00 tanggal 30 Juni 2018 di SD N 1 Mengangkang.  Para penonton yang hadir meliputi orang tua dan warga sekitar. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak desa Somakaton lebih mencintai budayanya sendiri.